Terkait Penemuan Mayat di Dekat Lapangan Bola, Berikut Kata Kapolsek Cimanggis

  • Bagikan

Depok | MMCNEWS.ID, – Kapolsek Cimanggis Kompol Ibrahim J Sadjab S.E.S.IK. memberikan keterangan atas penemuan mayat di pinggir lapangan bola Swiss RT 10/18 di samping SMA NEGERI 4 Depok Kelurahan Sukatani Kecamatan Tapos Depok, pada Senin (29/11/2021) pagi,06.30 wib.

“Waktu kejadiannya pada hari Senin pagi (29/11/2021) sekitar pukul 06.30 WIB. korban adalah Gunari SE, warga jln batu alam jaya no 103 RT 01/03 desa batu ampar kecamatan Kramat jati, dimetahui korban seorang pensiunan (data KTP), dengan ciri mengenakan celana training warna orange dengan menggunakan kaos berwarna biru dongker, umurnya di perkirakan kurang lebih 61 tahun,” ujar Kompol Ibrahim J Sadjab saat di konfirmasi awak media MMCNEWS.

Dalam peristiwa ini lanjut Kapolsek, pihak kepolisian meminta dua keterangan dari dua saksi yakni, warga RT 9/18 dan warga RT 2/15 Kelurahan Sukatani yang sedang berolah raga di tempat kejadian perkara.

“Saksinya, yang pertama Sabarno (59), seorang lelaki pensiunan yang sedang berolah raga di lapangan swis atau TKP. Yang kedua adalah Setianto (64 ),warga yang sedang berolah raga di lapangan swis samping SMA 4 negri depok,”terangnya melanjutkan.

Ditambahkanya, dia menyampaikan perihal kronologi penemuan mayat tersebut.

“Pada hari senin (29/11/2021) sekira pukul 06.30 WIB, saksi I Sabarno melihat korban sudah sempat tergelak di samping motor, sempat korban lari pagi satu kali keliling lapangan, kemudian saksi I dan II langsung melaporkan ke keamanan sekolah, dan keamanan sekolah SMA 4 negri Depok langsung menelpon Polsek Cimanggis memberikan kabar bahwa ada seorang laki laki yang sudah tidak bernyawa di pinggir lapangan bola swis,”ungkapnya.

Masih menurut Kapolsek, setelah pihak kepolisian mengecek lokasi, korban dibawa ke RS Kramat jati. Dari hasil pemeriksaan Korban diduga mempunyai riwayat penyakit dalam. Saat di lokasi kejadian, korban merasa kesakitan. Dan tidak adanya pertolongan saat kejadian. sehingga menghembuskan nafas terakhir di pinggir lapangan bola swis.(an).

Editor : Didik Sap

  • Bagikan