Serius Kelola Ketahanan Pangan, Poktan Desa Kalongliud Panen Raya Sayur-mayur

mmcnews00

Bogor|MMC, Jabar – Sebanyak 4 kelompok tani di Desa Kalongliud, Kecamatan Nanggung berhasil mengelola program ketahanan pangan secara maksimal. Sehingga dari 9 komoditi yang dihasilkan dinyatakan surplus.

Menurut keterangan, Kepala Desa Kalongliud, Jani Nurjaman adanya acara panen raya merupakan bentuk rasa syukur dari apa yang selama ini kita jalankan. Selain itu, menegaskan ini adalah bentuk perhatian pemerintah.

“Adanya panen raya ini bentuk daripada motivasi, bentuk perhatian dari pemerintah, yang mana petani ini butuh perhatian,” kata Jani kepada wartawan, Senin, (18/9/2023).

Jani menjelaskan, secara rinci panen yang didapat sangat bervariasi.

“Untuk panen tahun ini ada 9 komoditi ya, yang dikelola oleh kelompok tani. Diantaranya ada sayur-mayur ya, ada ketimun, buncis, ada cabai, ada sembilan komoditi lah. Khusus timun panen perdana ini sekitar 4 ton dari luas lahan 1,2 hektaran,” kata dia.

“Khusus kacang panjang kemarin saya dapat laporan kisaran 1,2 ton dari semua kelompok tani ya. Itu progresnya, kalau dinilai nominal sampai hari ini terhimpun anggaran 36 juta itu keuntungannya yang dikelola kelompok tani itu,” jelasnya.

Dia menilai, keseriusan dan bentuk tanggungjawab merupakan program berkelanjutan sesuai Sustainable Deveopment Goals (SDGs).

“Karena ini adalah sumber penghidupan untuk masyarakat yang senantiasa mendongkrak kesejahteraan dan perekonomian. Pada prinsipnya, perlu diimplementasikan kepada warga masyarakat karena ini adalah amanat yang harus kita jalankan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, secara total lahan yang digarap mencapai 7 hektar lebih. Sementara, Jani meminta agar hasil dari keuntungan yang didapat bisa dikembangkan.

“Lahan yang dikelola 4 kelompok tani sekitar 7,1 hektar lebih yang dikelola. Program ini yang kami harapkan berkelanjutan sesuai dengan Sustainable Deveopment Goals,” harapnya.

“Kami titipkan terus berkembang jangan sebatas mengelola yang sekarang saja tetapi ditambah. Disamping untuk biaya hidup, bisa menambah lahan-lahan yang lain karena masih banyak lahan yang belum tergarap,” pesan Jani. (Dery).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *