UPT Jelaskan Metode Perbaikan Segregasi Pada Beton 

mmcnews00
Img 20231113 110418

Bogor|MMC, Jabar – Kepala UPT Jalan dan Jembatan wilayah Cigudeg, Bobby Wahyudi menjelaskan apa yang ditanyakan media ini terkait metode perbaikan segregasi pada beton yang terjadi di Jalan Panyaungan, Nanggung, Curugbitung beberapa waktu lalu.

Berikut penjelasan Bobby melalui keterangan tertulis yang diterima, Jumat (8/12) malam.

Perbaikan/repair pada bidang sisi joint yang mengalami segregasi agregat beton tersebut dengan beton zika grout atau bahan material lainnya yang diizinkan untuk perbaikan dengan cara melapisi bagian-bagian yang mengalami segregasi. Hal ini agar material tersebut bisa mengisi pori-pori beton pada bidang yang mengalami segregasi. Ya metode demikian itu.

Ya kalau penyebab terjadinya segregasi bisa banyak faktor, dilapangan pada saat pengecoran ada banyak kendala yang di hadapi saat melakukan pelaksanaan, dan untuk segregasi kendala itu bisa disebabkan karena kandungan air pada material melebihi yang diperkirakan, atau pada saat mixing material dalam kondisi basah yang disebabkan karena kondisi hujan atau gerimis, atau pemasangan begisting yang kurang baik, campuran betonnya terjadi bleading, terkena getaran lalulintas banyak faktor itu bisa terjadi.

Oleh sebab itu saya pun sudah perintahkan kepada Konsultan Pengawas dan Pelaksana bagaimana sebisa mungkin agar dapat meminimalisir terjadi segregasi kembali pada pengecoran tahap berikutnya, yaitu diatasi dengan menyesuaikan kebutuhan proporsional masing – masing material penyusun.

Misalnya dengan menambah pasir untuk menahan agregat agar tidak jatuh ke bawah adukan pada saat penyusunan job mix formula. Menyesuaikan kondisi pelaksanaan sesuai yang dibutuhkan, baik itu proses penuangan, transportasi pemadatan maupun finishing. Menggunakan air entraining agent, admixture dan material pozzolan.

Begitu yang saya sampaikan kepada Konsultan Pengawas agar mengawasi dan mengendalikan hal tersebut agar lebih ketat lagi, dan penyedia atau pelaksana harus mengikuti arah dari Konsultan Pengawas dan sampai dengan saat ini pelaksananya cukup kooperatif.(Dery/Iwan).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *